top of page

Disepong Dua Wanita Cantik Hijabers Bertindik -bjismythang -

Matahari mulai merunduk, meneteskan cahaya keemasan pada daun‑daun yang berbisik. Di antara bisikan itu, terdengar tawa kecil, bunyi jarum menjahit, dan ketukan pena – semua bergema dalam satu melodi yang sama:

Sejak saat itu, dua wanita itu menjadi sahabat tak terpisahkan. Suatu hari, Nadia mengunjungi panti asuhan tempat ia mengajar. Di sana, ia mendengar cerita tentang seorang gadis kecil, Siti , yang bermimpi menjadi penulis, tetapi tidak pernah memiliki buku. Ide itu menancap kuat di benak Nadia. Disepong Dua Wanita Cantik Hijabers Bertindik -BjisMyThang

Nadia mengundang anak‑anak panti asuhan untuk menuliskan cerita pendek mereka. Mereka menulis tentang mimpi, tentang ibu, tentang petualangan di kebun belakang rumah. Salah satu cerita berjudul “Bunga di Tengah Jalan” menjadi favorit semua orang. Di sana, ia mendengar cerita tentang seorang gadis

“Wah, cantik sekali!” seru Nadia, sambil mengulurkan tangan. “Aku… terima kasih,” jawab Alya, sedikit malu. “Aku memang suka bermain‑main dengan lapisan. Aku ingin membuat sesuatu yang memberi ruang bagi perempuan untuk mengekspresikan diri mereka, tanpa harus mengorbankan identitas.” Mereka mendirikan “Jalinan Hijab Bertingkat”

Alya mengangguk. “Kita buat ‘Hijab Bertingkat Cerita’. Setiap lapisan hijab akan berisi sebuah kutipan, puisi, atau bahkan ilustrasi mini yang menceritakan kisah seorang perempuan. Setiap kali seseorang menurunkan satu lapisan, ia membuka sebuah cerita.”

Berita tentang pameran itu tersebar cepat. Banyak desainer lain menghubungi Alya, meminta kolaborasi. Lembaga pendidikan menanyakan apakah mereka dapat mengadakan lokakarya menulis dan merancang hijab bertingkat di sekolah‑sekolah. Setelah pameran, Alya dan Nadia memutuskan untuk menjadikan proyek ini sebagai gerakan berkelanjutan. Mereka mendirikan “Jalinan Hijab Bertingkat” , sebuah komunitas daring yang mengajak perempuan dari berbagai negara untuk berbagi cerita, pola, dan inspirasi.

bottom of page