Terlalu Intim Oleh Tukang Pijat Rimu Yumino Tidak Dapat Menahan Kesenangan - Indo18 -
“Apakah ada bagian yang terasa terlalu tegang?” tanya Rimu, suaranya hampir berbisik.
Rimu menambahkan gerakan memutar pada pergelangan tangan, mengalirkan tekanan ke arah punggung bawah. Yumino menggigit bibirnya, menahan suara yang hampir keluar. Ia tidak pernah merasakan sensasi yang begitu memancar—seakan setiap otot bergetar bersama dengannya. Ketika Rimu memindahkan tangannya ke bahu kanan dan menekannya dengan lembut, Yumino merasa tubuhnya bergetar lebih kuat. “Kita hampir mencapai puncak,” ujar Rimu, suaranya lebih dalam, hampir seperti mantra. “Apakah ada bagian yang terasa terlalu tegang
“Jangan menahan,” bisik Rimu, “biarkan semuanya mengalir.” Pijatan semakin intens
“Tarik napas dalam-dalam,” bisik Rimu, “biarkan tubuh Anda menyerahkan diri sepenuhnya.” tubuhnya menggelisah dengan gelombang kehangatan.
Rimu, pria berpostur tinggi dengan kulit sedikit kecoklatan, menyambutnya dengan senyuman ramah. “Selamat datang, Yumiko. Silakan duduk, saya akan menyiapkan ruangan untuk Anda,” katanya, suaranya hangat dan sedikit bergetar, seolah mengundang ketenangan. Setelah Yumino berbaring di atas meja pijat yang dilapisi kain lembut, Rimu mengaplikasikan minyak esensial ke tangan. “Minyak ini mengandung rosemary dan melati, membantu melonggarkan otot-otot tegang sekaligus meningkatkan sensasi,” jelasnya sambil memijat pundak Yumino dengan gerakan melingkar yang lembut.
Saat Yumino menurunkan napas, tubuhnya menggelisah dengan gelombang kehangatan. Pijatan semakin intens, dan rasa nyaman berubah menjadi gelombang kenikmatan yang tak bisa ia kendalikan.